Majas
pertentangan merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kias yang
bertentangan dengan maksud asli yang penulis curahkan dalam kalimat tersebut.
Jenis ini dapat dibagi menjadi beberapa subjenis, yakni sebagai berikut.
1. Litotes
Berkebalikan
dengan hiperbola yang lebih ke arah perbandingan, litotes merupakan ungkapan
untuk merendahkan diri (lebih tepatnya rendah hati), meskipun kenyataan yang sebenarnya adalah yang
sebaliknya.
Contoh:
Selamat datang ke gubuk kami ini.
Gubuk memiliki artian sebagai rumah.
2. Paradoks
Yaitu
membandingkan situasi asli atau fakta dengan situasi yang
berkebalikannya
Contoh: Di
tengah ramainya pesta tahun baru, aku merasa kesepian.
3. Antitesis
Yaitu
memadukan pasangan kata yang artinya bertentangan.
Contoh: Film
tersebut disukai oleh tua-muda.
4. Kontradiksi Interminis
Gaya bahasa
yang menyangkal ujaran yang telah dipaparkan sebelumnya. Biasanya diikuti
dengan konjungsi, seperti kecuali atau hanya saja.
Contoh:
Semua masyarakat semakin sejahtera, kecuali mereka yang berada di perbatasan.
Majas Sindiran
Majas
sindiran merupakan kata-kata kias yang memang tujuannya untuk menyindir
seseorang ataupun perilaku dan kondisi. Jenis ini terbagi menjadi tiga
subjenis, yaitu sebagai berikut.
1. Ironi
Yaitu menggunakan
kata-kata yang bertentangan dengan fakta yang ada.
Contoh: Rapi
sekali kamarmu sampai sulit untuk mencari bagian kasur yang bisa ditiduri.
2. Sinisme
Yaitu
menyampaikan sindiran secara langsung.
Contoh:
Suaramu keras sekali sampai telingaku berdenging dan sakit.
3.Sarkasme
Yaitu
menyampaikan sindiran secara kasar.
Contoh: Kamu
hanya sampah masyarakat tahu!
Kontributor
Teodora Nirmala Fau, S.Hum.
Alumnus Program Studi Bahasa Indonesia UI
Teodora Nirmala Fau, S.Hum.
Alumnus Program Studi Bahasa Indonesia UI
disalin dari https://www.studiobelajar.com/majas-pengertian-jenis-contoh/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar