Senin, 11 Mei 2020
Menulis Puisi
Minggu, 10 Mei 2020
Contoh Resensi Buku Ilmiah
Bagaimana cara bercanda yang benar?
Judul buku :Canda dan Gurau Nabi SAW Dengan Keluarga Beliau, Anak-anak, dan Para Sahabat
Judul asli :Al-Mizah Fi as-Sunnah (Canda dalam as-Sunnah)
Penulis :Dr. Muhammad Abdullah Walad Karim
Penerjemah :Izzudin Karimi, Lc
Penerbit :Darul Haq
Kota terbit :Jakarta
Tahun terbit :2015
Cetakan :III, Juni 2018
Jumlah halaman :XII + 84 halaman
Ukuran dan berat :14,5 × 10 × 0,5 cm (0,08 kg)
Harga :Rp8.000,00 (harga di tahun 2019)
ISBN :978-602-6845-04-7
Buku ini menyampaikan bahwa kita harus menjadi manusia moderat. Hidup itu tidak selalu tentang keseriusan. Maka dari itu, kita harus menyelinginya dengan candaan. Canda dalam perkataan, ibarat garam dalam makanan. Bila takarannya pas, maka ia dapat memberikan keakraban dan kedekatan. Namun bila ia terlalu banyak, maka ia bisa menjatuhkan harga diri dan kehormatan. Begitu pula sebaliknya, bila tidak ada canda, maka kehidupan ini akan terasa kering kerontang laksana di padang pasir yang tandus.
Buku ini berpedoman kepada sunnah Rasulullah SAW, rahmat seluruh alam. Beliau adalah teladan yang sempurna. Tidak ada sesuatu pun yang tidak dapat diambil hikmahnya dari beliau, baik itu sesuatu yang kecil ataupun sesuatu yang besar. Dalam membina hubungan, Rasulullah SAW terkadang bercanda untuk mendatangkan suasana riang. Tetapi beliau tetap menjaga kejujuran saat bercanda, semua yang beliau katakan tidak ada kata-kata dusta atau melecehkan. Canda harus dibatasi dengan kaidah-kaidah syariat agar kita mengetahui mana canda tawa yang haram, dan mana canda tawa yang dianjurkan.
Canda tawa yang haram adalah canda tawa yang berlebih-lebihan, karena ia dapat menyebabkan kerasnya hati. Dalam banyak kasus, ia dapat menyakiti dan menzalimi orang lain, menyebabkan kebencian, jatuhnya kewibawaan dan harga diri. Sedangkan gurau yang dianjurkan adalah gurau yang terjadi di antara keluarga, sanak kerabat, saudara-saudara dan rekan-rekan, dengan syarat tidak menyakiti siapa pun atau melecehkan dan menzaliminya. Rasulullah SAW bergurau hanya untuk menyenangkan rekan-rekan dan mendekatkan diri kepada lawan bicara. Kemudian untuk menepis kesalahpahaman yang terjadi.
Buku ini dikemas dalam bentuk buku saku, sehingga mudah dibawa. Harganya yang terjangkau, semakin membuat kita tertarik untuk memiliki buku ini. Selain itu, buku ini memiliki sampul yang sangat menarik perhatian para pembaca. Keunggulan lainnya adalah referensinya yang sangat lengkap berdasarkan Alquran, Hadis, dan kitab-kitab lain. Para perawi atau orang yang meriwayatkan hadis dijelaskan secara rinci, bahkan disediakan riwayat hidup singkat para perawi tersebut. Buku ini dibagi menjadi tiga pembahasan, yaitu keluarga, anak-anak, dan sahabat, sehingga memudahkan kita untuk membedakan bentuk impelementasinya.
Di balik kelebihan-kelebihannya, buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan pertama adalah ukuran huruf yang kecil dan rapat, sehingga membuat kita bosan dan pusing membacanya. Kemudian banyak sekali kata-kata sulit yang dipahami. Buku ini tidak memiliki pembatas halaman.
Namun terlepas dari segala kekurangan dan kelebihannya, buku ini sangat layak untuk dibaca oleh para remaja, orang dewasa dan orang tua untuk perbaikan akhlak. Canda-canda Nabi yang dipaparkan dalam buku ini dapat kita jadikan pedoman dalam bercanda, sehingga kita tetap berada di atas koridor yang benar dan tidak kebablasan dalam bercanda, baik kepada keluarga, anak-anak, maupun kepada sahabat kita. Demikianlah resensi buku nonfiksi yang berjudul ‘Canda Dalam as-Sunnah’. Semoga bermanfaat!
LATIHAN
Kerjakan soal-soal latihan berikut ini dengan mengeklik gambar di bawah ini!
Senin, 04 Mei 2020
Majas Penegasan/ Perulangan
Aku turun ke bawah.
Bolak-balik
Samudera melintasi lembah
Doa adalah ibadah
Doa adalah kebutuhan
Tendangan pemain sepak bola itu begitu hebat, hebat dan luar biasa.
Contoh lain:
Aku hanya bisa diam dan membisu didepan kelas saat mereka menertawakanku.
Dengan menggunakan krim ini kulit wajahmu akan terlihat lebih sehat, lebih cerah dan lebih merona.
kakek, nenek, ayah, ibu
Pak Hasan, Ketua RT saya, orang-orangnya ramah dan membantu.
Prof, ada sesuatu yang perlu saya tanyakan.
Minggu, 03 Mei 2020
Resensi Surat Kecil untuk Tuhan
Tahun Terbit : Juni 2012
Penulis : Agnes Davonar
Penerbit : AD Publisher
Jumlah Halaman : 232 Halaman
Bahasa : Indonesia
Harga : Rp.38.000
Agnes davonar adalah sebuah fenomenal di dunia sastra Indonesia. Ia memulai kariernya sebagai penulis amatir di sebuah blog. Kemudian dengan cepat berkembang menjadi penulis yang mau belajar hingga melahirkan lima novel online dan 42 cerita pendek yang begitu melekat bagi semua pembaca situs pribadinya. Tak heran bila sebuah kutipan dari sebuah portal informasi detik.com mengatakan “bahwa tidak sulit untuk mencari karya dari seorang Agnes davonar ”. Keunikan sendiri terdapat dalam nama Agnes davonar. Agnes berasal dari namanya sedangkan Davonar diambil nama dari adiknya. Jadi mereka adalah dua saudara yang bersatu dalam sebuah karya.
Agnes lahir di Jakarta 8 oktober, sedangkan Davonar lahir di Jakarta, 7 Agustus . mereka adalah Dua saudara yang besar dalama lingkungan seni. Ayahnya adalah seorang penulis kaligrafi Cina sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang tangguh.
Agnes berkerja sebagai karyawan swasta dan Davonar berkuliah di Universitas sastra Jepang Bina Nusantara. Keduanya memiliki hobby yang sama yakni menyukai olahraga. Tapi kelihaian menulis telah mengantarkan keduanya sebagai penulis muda berbakat dalam jajaran sastra Indonesia.
LATIHAN
Kerjakanlah soal-soal latihan terkait dengan resensi di atas dengan mengeklik gambar cover buku di atas!

