Blog ini dibuat oleh Andi Wibowo, guru bahasa dan sastra Indonesia Madrasah Aliyah Nurus Sunnah sebagai media pembelajaran yang berisi penyampaian materi dan soal-soal latihan. Semoga hadirnya blog ini dapat memotivasi kita untuk terus belajar dan tidak bosan belajar. Terima kasih telah mengunjungi blog ini. Selamat Belajar! Baarokallahu fiik.

Minggu, 10 Mei 2020

Contoh Resensi Buku Ilmiah

Bagaimana cara bercanda yang benar?

Judul buku    :Canda dan Gurau Nabi SAW Dengan Keluarga Beliau, Anak-anak, dan Para Sahabat

Judul asli        :Al-Mizah Fi as-Sunnah (Canda dalam as-Sunnah)

Penulis             :Dr. Muhammad Abdullah Walad Karim

Penerjemah       :Izzudin Karimi, Lc

Penerbit              :Darul Haq

Kota terbit           :Jakarta

Tahun terbit          :2015

Cetakan                 :III, Juni 2018

Jumlah halaman       :XII + 84 halaman

Ukuran dan berat      :14,5 × 10 × 0,5 cm (0,08 kg)

Harga                         :Rp8.000,00 (harga di tahun 2019)

ISBN                        :978-602-6845-04-7

                Buku ini menyampaikan bahwa kita harus menjadi manusia moderat. Hidup itu tidak selalu tentang keseriusan. Maka dari itu, kita harus menyelinginya dengan candaan. Canda dalam perkataan, ibarat garam dalam makanan. Bila takarannya pas, maka ia dapat memberikan keakraban dan kedekatan. Namun bila ia terlalu banyak, maka ia bisa menjatuhkan harga diri dan kehormatan. Begitu pula sebaliknya, bila tidak ada canda, maka kehidupan ini akan terasa kering kerontang laksana di padang pasir yang tandus.

                Buku ini berpedoman kepada  sunnah Rasulullah SAW, rahmat seluruh alam. Beliau adalah teladan yang sempurna. Tidak ada sesuatu pun yang tidak dapat diambil hikmahnya dari beliau, baik itu sesuatu yang kecil ataupun sesuatu yang besar. Dalam membina hubungan, Rasulullah SAW terkadang bercanda untuk mendatangkan suasana riang. Tetapi beliau tetap menjaga kejujuran saat bercanda, semua yang beliau katakan tidak ada kata-kata dusta atau melecehkan. Canda harus dibatasi dengan kaidah-kaidah syariat agar kita mengetahui mana canda tawa yang haram, dan mana canda tawa yang dianjurkan.

                Canda tawa yang haram adalah canda tawa yang berlebih-lebihan, karena ia dapat menyebabkan kerasnya hati. Dalam banyak kasus, ia dapat menyakiti dan menzalimi orang lain, menyebabkan kebencian, jatuhnya kewibawaan dan harga diri. Sedangkan gurau yang dianjurkan adalah gurau yang terjadi di antara keluarga, sanak kerabat, saudara-saudara dan rekan-rekan, dengan syarat tidak menyakiti siapa pun atau melecehkan dan menzaliminya. Rasulullah SAW bergurau hanya untuk menyenangkan rekan-rekan dan mendekatkan diri kepada lawan bicara. Kemudian untuk menepis kesalahpahaman yang terjadi.

 

                Buku ini dikemas dalam bentuk buku saku, sehingga mudah dibawa. Harganya yang terjangkau, semakin membuat kita tertarik untuk memiliki buku ini. Selain itu, buku ini memiliki sampul yang sangat menarik perhatian para pembaca. Keunggulan lainnya adalah referensinya yang sangat lengkap berdasarkan Alquran, Hadis, dan kitab-kitab lain. Para perawi atau orang yang meriwayatkan hadis dijelaskan secara rinci, bahkan disediakan riwayat hidup singkat para perawi tersebut. Buku ini dibagi menjadi tiga pembahasan, yaitu keluarga, anak-anak, dan sahabat, sehingga memudahkan kita untuk membedakan bentuk impelementasinya.

                Di balik kelebihan-kelebihannya, buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan pertama adalah ukuran huruf yang kecil dan rapat, sehingga membuat kita bosan dan pusing membacanya. Kemudian banyak sekali kata-kata sulit yang dipahami. Buku ini tidak memiliki pembatas halaman.

                Namun terlepas dari segala kekurangan dan kelebihannya, buku ini sangat layak untuk dibaca oleh para remaja, orang dewasa dan orang tua untuk perbaikan akhlak. Canda-canda Nabi yang dipaparkan dalam buku ini dapat kita jadikan pedoman dalam bercanda, sehingga kita tetap berada di atas koridor yang benar dan tidak kebablasan dalam bercanda, baik kepada keluarga, anak-anak, maupun kepada sahabat kita. Demikianlah resensi buku nonfiksi yang berjudul ‘Canda Dalam as-Sunnah’. Semoga bermanfaat!


LATIHAN

Kerjakan soal-soal latihan berikut ini dengan mengeklik gambar di bawah ini!


Tidak ada komentar: