Abstrak, yaitu bagian awal teks anekdot yang berfungsi memberikan gambaran umum tentang isi teks. Abstrak dapat disebut sebagai tahap pembukaan.
Contoh:
Seorang gadis yang ingin bertobat menemui Syaikh ‘Arifi. Si gadis itu tobat dari melakukan hubungan di luar mahram sebelum ada ikatan pernikahan, alias pacaran.
Orientasi, yaitu bagian tes yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakanglatar belakang kenapa cerita teks anekdot terjadi.
Contoh:
Ketika bertemu dengan syaikh dia berkata,”Wahai syaikh, Alhamdulillah… aku menyesal atas apa yang aku perbuat selama ini dan aku ingin tobat. Tapi ada satu hal yang sulit aku lupakan ya syaikh, aku sulit melupakan kekasihku yang selama ini aku pacari.” lanjutnya.
Krisis, yaitu bagian yang berisi pokok masalah dalam sebuah cerita.
Contoh:
Syaikh ‘Arifi kemudian menasihatinya agar berdoa dengan kalimat doa yang insya Allah dapat menghapus ingatan tentang kekasihnya tadi.
Maka dikatakanlah kepada pemuda tadi,”Berdoalah dengan doa..!!! Ya Allah penuhilah iman di dalam hatiku, penuhi iman di dalam pendengaranku, penuhi iman di dalam penglihatanku, dan terangilah jalanku dengan iman.”
Reaksi, yaitu bagian teks yang menerangkan cara penulis atau orang yang diceritakan dalam menyelesaikan masalah yang yang timbul di bagian krisis. Reaksi itu berkenaan dengan tanggapan.
Contoh:
Gadis itu pun langsung terdiam. Lantas berkata kepada Syaikh,”Ya Syaikh, tahukah engkau, nama kekasihku itu “iman”. Mendengar itu, Syaikh ‘Arifi pun tertawa.
Koda, yaitu bagian akhir dari cerita unik tersebut yang menjelaskan simpulan tentang kejadian yang diceritakan oleh penulis. Koda sama dengan penutup.
Contoh:
Syaikh Arifi lantas menutup majlis itu, sedangkan si gadis masih saja bingung, apakah akan mengamalkan doa itu atau tidak, sedangkan doa itu banyak menyebut kata iman. Begitulah,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar