Blog ini dibuat oleh Andi Wibowo, guru bahasa dan sastra Indonesia Madrasah Aliyah Nurus Sunnah sebagai media pembelajaran yang berisi penyampaian materi dan soal-soal latihan. Semoga hadirnya blog ini dapat memotivasi kita untuk terus belajar dan tidak bosan belajar. Terima kasih telah mengunjungi blog ini. Selamat Belajar! Baarokallahu fiik.

Selasa, 28 Juli 2020

Menganalisis Struktur Teks Anekdot

Abstrak,  yaitu  bagian  awal  teks  anekdot  yang  berfungsi  memberikan  gambaran umum tentang  isi  teks.  Abstrak dapat disebut sebagai tahap pembukaan.

Contoh:

Seorang gadis yang ingin bertobat menemui Syaikh ‘Arifi. Si gadis itu tobat dari melakukan hubungan di luar mahram sebelum ada ikatan pernikahan, alias pacaran.

Orientasi,   yaitu   bagian   tes   yang   menunjukkan   awal   kejadian   cerita   atau   latar belakanglatar belakang kenapa cerita teks anekdot terjadi.

Contoh:

Ketika bertemu dengan syaikh dia berkata,”Wahai syaikh, Alhamdulillah… aku menyesal atas apa yang aku perbuat selama ini dan aku ingin tobat. Tapi ada satu hal yang sulit aku lupakan ya syaikh, aku sulit melupakan kekasihku yang selama ini aku pacari.” lanjutnya.

Krisis,  yaitu  bagian yang berisi pokok masalah dalam sebuah cerita.

Contoh:

Syaikh ‘Arifi kemudian menasihatinya agar berdoa dengan kalimat doa yang insya Allah dapat menghapus ingatan tentang kekasihnya tadi.

Maka dikatakanlah kepada pemuda tadi,”Berdoalah dengan doa..!!! Ya Allah penuhilah iman di dalam hatiku, penuhi iman di dalam pendengaranku, penuhi iman di dalam penglihatanku, dan terangilah jalanku dengan iman.”

Reaksi,  yaitu    bagian  teks  yang  menerangkan    cara  penulis  atau  orang  yang  diceritakan dalam  menyelesaikan  masalah  yang  yang  timbul  di  bagian  krisis.  Reaksi  itu  berkenaan dengan tanggapan.

Contoh:

Gadis  itu pun langsung terdiam. Lantas berkata kepada Syaikh,”Ya Syaikh, tahukah engkau, nama kekasihku itu “iman”. Mendengar itu, Syaikh ‘Arifi pun tertawa.

Koda,  yaitu  bagian  akhir  dari  cerita  unik  tersebut  yang  menjelaskan  simpulan  tentang kejadian yang diceritakan oleh penulis. Koda sama dengan penutup.

Contoh:

Syaikh Arifi lantas menutup majlis itu, sedangkan si gadis masih saja bingung, apakah akan mengamalkan doa itu atau tidak, sedangkan doa itu banyak menyebut kata iman. Begitulah,

Tidak ada komentar: