Blog ini dibuat oleh Andi Wibowo, guru bahasa dan sastra Indonesia Madrasah Aliyah Nurus Sunnah sebagai media pembelajaran yang berisi penyampaian materi dan soal-soal latihan. Semoga hadirnya blog ini dapat memotivasi kita untuk terus belajar dan tidak bosan belajar. Terima kasih telah mengunjungi blog ini. Selamat Belajar! Baarokallahu fiik.

Minggu, 19 Juli 2020

Pergolakan di Dalam Negeri Tahun 1948-1965

Tahun 1948,  tiga tahun paska kemerdekaan Indonesia, terjadi sebuah pemberontakan  besar dikarenakan ketegangan politik yang terjadi. Pemberontakan ini dikenal dengan  pemberontakan PKI yag terjadi di Madiun. Di tahun  1965, kita  telah mengenal sebuah peristiwa yang bernama G30S PKI. Seubah pergolakan besar yang berusaha merebut kekuasaan pemerintahan dengan mengganti ideologi Pancasila.

Dua peristiwa tersebut dapat digambarkan secara rinci menjadi tiga jenis pergolakan dalam negri yang terjaddi dalam rentang waktu 1948 sampai dengan tahun 1965.

  1. Konflik dan pergolakan dengan Ideologi

Ada beberapa peristiwa yang berussaha mengacaukan ideology Pancasila. Beberapa pihak berusaha untuk menjadikan komunisme sebagai ideology bangsa Indonesia. Hal ini ditandai dengan adanya peristiwa pemberontakaan PKI di Madiun dan G30S PKI. Selain  itu, adapula sebuah peristiwa pemberontakan DI/TII yang  berupaya  untuk menggantikan ideology Pancasila dengan ideology agama.

Seorang akademisi asal Australia, Herbert  Feith, menuturkan bahwa terdapat beberapa aliran politik yang cukup besar di Indonesia, yang semakin membesar  setelah masa kemerdekaan, terutama setelah masaa pemilu 1955. Lima alirann politik tersebut adalah:

  • Nasionalisme radikal yang digaungkan oleh PNI
  • Aliran politik islam oleh NU dan Mayumi
  • Komunis oleh Partai Komunis Indonesia
  • Sosialisme democrat diprakarsai oleh Partai Sosialis Indonesia
  • Tradisionalis Jawa yang diusung oleh Paartai Indonesia Raya, kelompok teofis, serta birokrat pemerintahan atau yang biasa dikenal dengan istilah pamongpraja.

Di masa-masa tersebut, lima aliran dengan pengusungnya masing-masingng saling bersaing untuk menerapkan ideology yang mereka bawa.

  1. Konflik dan pergolakan kepentingan

Setiap kelompok yang memiliki kepentingan tertentu, berupaya semaksimal mungkin  demi tercapainya kepentingan tersebut. Dalam masa ini, terdapat beberapa peristiwa yangn terjadi dengan daasar kepengan masing-masing. Di antaranya adalah: pemberontakan APRA,  RMS, dan juga Andi Aziz. Berbagai peristiwa tersebut dilatarbelakangi dengnan adanya kepentingnan masing-masing yang ingin dicapai.          Peristiwa tersebut memiliki hubungan  dengan keberadaan pasukan  KNIL atau yang kita ketahui sebagai tentara kerajaan Hindia Belanda. Mereka tidak bersedia menerima kedatangan tentara-tentara Indonesia di wilayah kekuasaan mereka.

  1. Konflik dan pergolakan dengan system pemerintahan

Pemberontakan PRPI dan Permesta, persoalan Negara federal dan BFO (Bijeenkomst Federal Overleg) adalah ccontoh peristiwa yang merupakan konflik dan pergolakan yang terjadi dan berkaitan dengan system pemerintahan. Konflik ini diawali dengan perjanjian Linggarjati. Indonesia ditetaapkan sebagai sebuah Negara dalam bentuk serikat   atau federal dan dengan nama Republik Indonesia Serikat. Republik Indonesia merupakan  salah satu bagian  dari RIS, dengnan beberapa negara lain seperti Negara Pasundan, Negara Madura atau Negara Indonesia Timur. BFO memiliki peran sebagai  sebuah  badan musyawarah negara-negara federal selain RI, dan dibentuk oleh Belanda. Hal ini menimbulkan berbagai pro dan kontra yang akhirnya menghasilkan beberapa konflik dan pergolakan.

LATIHAN

Kerjakanlah soal-soal latihan berikut ini dengan mengeklik gambar di bawah ini!



Tidak ada komentar: